Banyak seller fokus pada iklan dan promosi, tapi lupa bahwa manajemen order yang berantakan bisa merusak semua usaha marketing tersebut. Berikut 5 kesalahan yang paling sering terjadi:
- Tidak memisahkan pesanan berdasarkan prioritas pengiriman. Order dengan batas waktu pengiriman mendekati SLA sering tercampur dengan order baru, sehingga terlewat.
- Input resi manual yang rawan salah ketik. Satu digit salah bisa membuat status "sudah dikirim" tidak sesuai dengan paket sebenarnya, memicu komplain pembeli.
- Tidak ada sistem cross-check antara marketplace dan gudang. Order yang sudah dibayar tapi belum masuk radar tim packing jadi tertunda.
- Mengandalkan Excel atau catatan manual untuk order harian. Ini rawan human error, apalagi saat volume order naik saat promo besar.
- Tidak memonitor status "menunggu diproses" secara berkala. Order yang menumpuk tanpa notifikasi otomatis bisa berujung dibatalkan sepihak oleh sistem marketplace.
Solusinya sederhana: gunakan sistem yang bisa menyatukan order dari berbagai marketplace, otomatis mendeteksi resi lewat scan, dan memberi notifikasi real-time saat ada order yang butuh perhatian segera.